Kejadiannya terjadi saat malam, saat aku tidak berada di rumah baru kami di Prambanan, aku waktu itu sedang berada di yogyakarta. Di rumah waktu itu ada Johan adikku, mama dan papa.
Kejadian itu belum bisa diverifikasi sebelum paginya papa yang baru pulang dari jalan-jalan melihat tas handycam di dekat kolam lobster. “wah kemalingan nih,” pikirnya. Dan benar saja, ada alat pencongkel yang ditinggalkan didekat jendela.
Langsung ja papa lapor polisi, dan seperti dugaan tidak dilakukan aksi yang cukup membantu dari polisi. kalo aku sih mikirnya memang sih barang yang udah hilang gak bakal balik, mungkin udah baek si pencuri mau nukar handycam + laptop dengan pencongkel, eh malam polisinya yang ngambil alat congkelnya untuk barang bukti, jadi kami gak kebagian apa-apa deh.
jadi barang yang diketahui hilang antara lain handycam dan kabel-kabelnya, laptop dan beberapa aksesoris aptop dan flash disk. handycamnya masih bagus, laptopnya dah tua tapi data papa ada di dalamnya. ternyata si pencuri ini cukup selektif, tas laptop dan tas handycam tergeletak kosong di samping kolam lobster. ada satu tas yang karena ternyata isinya surat-surat penting dan polis-polis asuransi ditinggalkan juga di dekat kolam lobster. kalo pencurinya orang jawa emang gitu, agak baik hati, dia tahu birokrasi di indonesia emang luar biasa rumit jadi kalo dia ambil juga surat penting ntar bisa mempersulit keluarga yang menjadi korban.
Kemungkinan si pencuri memanjat tembok belakang, menjebol jendela kamar belakang yang tidak ada orangnya dan mungkin berkeliaran dalam rumah. handycam dll ada di kamar depan yang biasanya aku tidur disitu, sayangnya malam itu aku sedang ada di yogyakarta. papa dan mamaku tidur dikamar yang lainnya dan adikku tertidur lelap setelah bermain game di depan PCku di living room (ditaruh disitu karena memang rumahnya masih berantakan). Untung PCku gak dicuri, dataku itu hampir sama kayak hidupku. Padahal adikku itu heavy sleeper, susah banget dibangunin, hape berdering disamping telinganya dia gak bakal bangun lho.
Kecurian ini juga mungkin karena memang teralis belum sempat dipasang dan juga dibelakang tembok adalah langsung sawah yang gelap memudahkan mobilisasi pencuri. Ya sudah diikhlaskan saja sih barang-barang yang udah hilang tapi pelajarannya adalah harus lebih hati-hati lagi. Kamu yang membaca ini juga ya.
Semoga sukses, selamat berkarya, saya mencintai anda semua
Eduardo Pradana
Posted by New Home @ Prambanan « (e_A)j(i_p) on June 17, 2009 at 6:04 pm
[...] « deklarasi keberpihakan Rumah kemasukan maling [...]
Posted by Hayalan kejam « (e_A)j(i_p) on June 17, 2009 at 6:08 pm
[...] Links « Rumah kemasukan maling [...]
Posted by radesya on June 24, 2009 at 8:08 pm
ada rumah anti maling nggak ya?
untung ja surat-surat penting nggak dibawa, atau malingnya dah ngerti kalau itu nggak penting buat dia
jangan-jangan tuh maling berada tak jauh dari lingkungan situ
lain kali hati-hati ja ya, lebih mengerika tinggal di tempatku meskipun ada satpam, coz penjahat di sini kejam-kejam
Posted by aji on June 25, 2009 at 12:37 am
yup emg kejam seperti yg ada di berita2
Posted by cho.[dot] on June 27, 2009 at 2:24 pm
wah maling jawa baeg hati banget ya! jadi terharu hiks…hiks…