deklarasi keberpihakan

setelah bisa nonton tv setelah sekian lamanya, ternyata ya beritanya itu-itu aja… oh ya, ada beberapa golongan dan organisasi menyuarakan keberpihakannya pada salah satu dari tiga calon presiden tahun 2009 ini.

Alasan keberpihakan itu biasanya berdasarkan visi-visi dari calon presiden tersebut. Aku tidak tahu menahu tentang politik-politik ini tapi biarlah aku sok berkomentar ya…

sekilas semua visi calon-calon itu serupa. aku heran saja, mereka (organisasi-organisasi masyarakat) bukan saja mendeklarasikan tapi juga berniat membantu usaha para calon itu agar mereka dapat naik ke puncak pemerintahan.

Aku tampaknya memang bukan warga yang baik karena sampai sekarang aku masih juga belum mengerti apa maknanya memihak pasangan calon tanpa ada imbalan langsung yang ditujukan padaku. bilanglah begini, aku beranggapan visi para calon tersebut abu-abu, tidak putih tidak hitam. kalau misalnya salah satu visi calon tersebut adalah “menyejahterakan rakyat indonesia”. menurut pandanganku, hal ini sama sekali belum jelas, seperti apa kesejahteraan yang dimaksud? sebuah visi harus bisa divisualisasikan dan mempunyai ukuran, seperti kapan atau seberapa besar. bukankah lebih meyakinkan jika visi mereka berbunyi seperti “menjamin penghasilan setiap warga indonesia minimal 700,000 rupiah per bulan diakhir tahun 2012″

kalau saya sih lebih suka untuk tidak memilih. saya rasa hal itu tidak penting-penting amat. mungkin lebih tepat alasan saya adalah: “saya tidak kenal calon itu dan saya tidak dapat apa-apa dari memilih calon itu”

lain kasusnya kalau salah satu calon itu datang ke rumahku trus bilang “yuk kita sama-sama ke tempat pemilihan” nah itu baru aku mau pergi memilih.

2 Responses to this post.

  1. emang sih, tapi sebagai warga negara yang baik setidaknya kita ikut berpartisipasi gitu

    Reply

Respond to this post