kegiatan ini adalah salah satu kegiatan menjengkelkan dalam hidupku (selama ini).
lho kenapa? begini, biar kujelaskan perbedaan antara saat aku menonton TV sendirian dengan menonton ditemani dengan keluarga (apalagi kalau keluarga besar)
| nonton sendiri | nonton bareng keluarga |
|---|---|
| suara TV kedengaran | suara TV gak kedengaran |
| volume suara dikerasin, makin jelas | volume suara dikerasin sama aja gak kedengaran |
| aku terlihat seperti orang yang sedang menonton tv | mereka tak tampak seperti sedang menonton tv |
kesimpulannya? entahlah. mungkin perlu diverifikasi lagi apa sebenarnya definisi “menonton tv” soalnya bagiku menonton tv adalah kita yang menyimak informasi dari televisi. mereka (keluarga besar), malah bercakap antar satu dan lain disaat yang biasa kita sebut “menonton tv.”
tampaknya kebiasaan ini menurun dari tetua-tetua sebelumnya. beneran, semua anggota keluarga besar seperti itu… atau orang jawa memang seperti itu ya? dan bicaranya gak pelan-pelan, mereka bicaranya kayak lawan bicara ada 20 meter didepan mereka saja… apa mungkin semenjak lahir mereka ditanamkan modul yang secara otomatis akan meningkatkan volume suara mereka ketika suara televisi ikut membesar?
algoritma yang digunakan agar mereka tidak kalah dengan suara televisi mungkin seperti ini:
Inisialisasi SuaraManusia = SuaraTelevisi + 1
Selama SuaraTelevisi >= Suara Manusia
Lakukan SuaraManusia = SuaraTelevisi + 1
Buktinya saat aku meningkatkan volume TV, tidak terjadi hal berarti yang bisa membuatku mendengar TV dengan lebih jelas ^^; atau aku sendiri yang aneh? aku kalau menonton televisi tenang sekali lho… kalau mereka gak sedang berbicara sama orang lain ya pasti ngomentarin yang ada di televisi, hobi banget sih, aneh…