Kenapa anak muda selalu dipandang sebelah mata?

Kenapa anak muda selalu dipandang sebelah mata?

Berkali-kali aku hunting rumah-rumah yang dikontrakkan karena jenuh dengan kamar kos kediamanku selama ini. Setelah benar-benar jatuh cinta dengan rumah itu, kami dibuat jatuh beneran. Alasannya, “Sebenarnya rumahnya dikontrakkan untuk keluarga”

Mengapa kami mahasiswa-mahasiswa baik-baik selalu digeneralisasi sebagai gerombolan tidak bertanggung jawab yang tidak bisa apa-apa? Padahal kami sudah beritikad baik untuk mengusahakan sebuah komunitas yang akan ikut ambil bagian dari society. Kami itu ingin belajar mandiri, belajar bertanggung jawab, tapi manusia-manusia dewasa tidak mau memberikan kesempatan.

Rumah di Janti, Yogyakarta yang menurut kami sudah ideal, ternyata mengecewakan kami. Rumah yang ada di Babarsari, yang telah kami usahakan semaksimal mungkin, akhirnya harus berujung kecewa. Padahal rumah ini aku sudah anggap pemberian Tuhan. Minggu itu ketika menapaki jalan yang sama sepulang gereja, sebuah tulisan dikontrakkan membuatku berpikir Tuhan mau aku menempati tempat ini dan menciptakan suatu komunitas yang menyenangkan. Tapi apa boleh buat, sekuat apapun kami berusaha, mereka tetap keras kepala dan selalu menghindari kami.

Kenapa anak muda selalu dipandang sebelah mata? karena kami digeneralisasi! Karena kami belum bisa membuktikan betapa baiknya kami. Kenapa anak muda tidak pernah diberi kesempatan membuktikannya?

2 Responses to this post.

  1. Di Aceh jg sama…
    anak muda msh dipandang sebelah mata…
    untuk menjembatani antara pemuda dan para pengambil keputusan…
    maka kami membuat seperti komunitas anak muda yg cinta terhadap perdamaian…
    komunitas “Geunderang damee”…

    Salam…

    Reply

  2. oke deh smoga komunitas ini bisa terus bertahan deh!

    Reply

Respond to this post