Uji nyali di kampus

ternyata rencana itu terlaksana juga. hari itu sudah cukup melelahkan karena siangnya kami bermain bulutangkis dengan cukup brutal. malam itu juga, sekitar jam 11 lewat lewat dikit, kami (Edo Nicolas Sakti, Michael Alvado Heimbach, Eduardo Aji Pradana, Rendra <unknown last name>, Yogi Santoso, dan Dwijayanto Gusti Parrangan) berjalan menuju kampus kami, Kampus III Santo Bonaventura Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

berhubung lokasi kami dan kampus jaraknya sangat-sangat dekat (hanya dibatasi tembok), kami memutuskan untuk berjalan kaki ke kampus. Melewati pos jaga satpam, kami harus tetap berwajah innocent “kami anak baik-baik~”

Rencana pertama kami adalah menyusuri jalan setapak diantara pepohonan dalam kampus kami. tidak ada apapun, mungkin kurang gelap. selanjutnya kami berniat mengunjungi library yang konon adalah satu spot yang angker, setelah ada isu yang cukup menyeramkan. Ternyata tidak ada yang menakutkan tentu karena library pasti sudah tutup (haiyah~ ^_^; ) lampu di lorong juga terang benderang.

Oke, kami coba yang lebih menakutkan lagi, naik lift. kabarnya lift selalu terbuka di lantai 3 padahal tidak ada orang yang menekan tombol di/ke lantai 3. kami akan membuktikannya. sayang sekali lift sudah dimatikan, jadi kami tidak bisa melakukan hal yang menyenangkan itu.

Hal yang dapat kami lakukan sekarang hanyalah menyusuri tangga-tangga gelap dan seluruh lantai gedung kampus. Tidak ada yang aneh hanya terkadang ada perasaan gak enak, selebihnya tidak ada yang cukup membuat kami takut. Kami bahkan duduk-duduk di pojok lantai 4 untuk beberapa waktu.

Kesimpulan: gak ada yang aneh-aneh di kampus. hanya sunyi dan tentram.

Kecewa dengan semua ini, kami akhirnya memutuskan untuk hotspoting sementara Rendra dan Edo Nicolas Sakti bermain bulutangkis (bermain bulutangkis di lobby kampus jam 12 malam adalah kegitan yang cukup bodoh , bukan?). baru saja memulai beberapa detik, datanglah satpam yang ronda ‘mengusir’ kami pulang dengan penjelasan yang sangat rumit. mengapa banyak orang yang tidak to the point saja sih?

Ya sutralah…. kami akhirnya pulang, tapi sayang sekali gerbang kost sudah digembok. Jadi kami terpaksa melompati dinding pemisah kost dan kampus yang memang tidak terlalu tinggi. kami selamat! kami mengantuk, dan kami tidur.

Respond to this post