Masalah selalu datang di saat penting

Judulnya kok gak asyik ya… hmmm, terserahlah!

Oh ya, kalau anda tidak mengerti tentang komputer dan lingkungannya, sebaiknya gak usah dibaca entar tambah gak ngerti.

Masalah selalu datang di saat aku akan menghadapi situasi yang cukup penting dalam hidupku. Aku selalu berada pada waktu dan tempat yang salah, nah itu yang namanya SIAL. Kejadian sial ini terulang setiap tahun saat aku akan menghadapi ujian. Ujian mid-semester dan ujian semester tentu bukan hal yang bisa dianggap kecil. Tapi nasib SIAL tak bisa melihat hal besar dan kecil. SIALnya, nasib SIAL ini datang saat kuharus belajar untuk ujian. SIAL!

Bagaimana tidak, komputerku, yang baru saja kunamai YUI, harus menanggung derita karena virus mematikan. tidak hanya mematikan, virus ini tergolong virus pintar, yang bahkan aku belum mengetahui nama virus ini. akan kuceritakan nanti…

Nasib SIAL ini terjadi beberapa hari sebelum ujian Semester dimulai 12 Mei 2008 lalu. Aku menjalankan sebuah file yang kuanggap sangat menarik untuk dijalankan, yaitu file bericon swf (file animasi) yang berjudul HappyTreeFriend (judul kartun tupai-tupai sadis dan menggemaskan). Entahlah extensinya SWF atau EXE, tapi yang jelas extensi apapun dapat memuat code-code mematikan. dan semuanya terjadi dalam sekejap. komputerku menampilkan pesan explorer yang error, windows yang error, dan (mungkin) Avira Antivir-ku error. kucoba buka antivir-ku lagi, tapi program pemusnah virus itu langsung non-aktif ketika kupanggil.

Ternyata memang ada pengaturan windows untuk non-aktifkan antivirus. dan pilihan itu juga sudah disiasati si virus. pengaturan itu kini tidak lagi ada. Pilihan untuk memperlihatkan file ber-attribute system juga dihilangkan oleh si virus. Matilah aku… semua file kuliah ada di dalam komputer.

Rencana A. masuk windows melalui save mode, sayang sekali aku tidak dapat masuk lewat situ karena komputerku memang gak bisa -hal ini tidak ada hubungannya sama virus. jadi kucoba masuk lewat VGA mode (tampilannya mirip sih sama save mode) tapi hal ini juga tidak berguna, SIAL! virus seakan menertawakanku yang panik kebingungan.

Kujalankan rencana B: format ulang drive C yang berisi Sistem Operasi lalu install ulang sistem operasi Windows. untunglah tidak ada dokumen yang kusimpan di drive ini. sudah kulakukan, dan SIAL! virus tetap menertawakanku yang panik kebingungan! ternyata mereka tetap bernaung di partisi yang lain, mengapa bisa begini?

terpaksa kubuat rencana C: install antivirus lain dan hajar virusnya. SIAL! yang ini juga tidak berhasil, beberapa bisa diinstall tapi tetap saja tidak aktif, sama seperti avira antivir-ku. Sebagian lainnya tidak dapat diinstall. program selain antivirus juga tidak dapat diinstall, misalnya microsft office dan lain lain.

sudah tiga rencana gagal berhasil, rencana D harus dilakukan. ku bedah YUI (ingat, YUI itu nama kompieku) dan kucabut hard disknya. SATA itu akhirnya kubawa dengan berlinang air mata menuju sebuah toko komputer yang konon dapat membasmi virus-virus laknat. begini percakapanku dengan mbak yang jaga:

kenapa hard disknya, mas?

kena virus, ada di semua partisi, aku dah install ulang windows tapi gak berhasil.

ada data pentingnya, mas?

iya, di D dan E.

aku kasih estimasi biayanya ya…. sekitar 200 sampe 250

*aku langsung muncrat!

ri, ribu?

iya. kan sama recover data.

aku dan mbaknya terdiam beberapa saat saling memandang, lalu mbaknya mulai bicara lagi:

nanti kami hubungi mas biaya pastinya.

ya udah deh, ok.

lalu aku pergi meninggalkan toko itu dengan kerutan dahi, mungkin juga seluruh mukaku mengkerut. biasanya menghapus virus bersama temanku nyaris tanpa biaya. palingan nraktir temenku minum es jeruk Rp 1000 doang…

mengapa nasib SIAL tak kunjung pergi… aku kini memanggil temanku. rencana E dijalankan. kubatalkan service hard diskku di toko tadi, SIALnya dengan tambahan biaya check out Rp 10000. SIAL! segera kupanggil temanku, yang bernama Pankrasius Tri Wibowo untuk menjalankan operasi penyelamatan YUI.

strategi operasi rencana E:

pengaksesan YUI akan dilakukan dengan sebuah kabel cross dari laptop BOWO ke YUI-ku. partisi D dan E miliku akan di-share dan kemudian di scan oleh Kaspersky anti-virus miliknya yang konon ampuh. virus akan dihajar, dan kami pada akhirnya akan menertawakan virus brengsek itu.

tapi SIALnya, virus itu sekali lagi menertawakan kami yang panik kebingungan. komputerku tiba-tiba me-restart dengan sendirinya, yang tentu adalah ulah virus. keadaan YUI makin kritis, nafasku mulai berat. aku mulai tertunduk putus asa, sambil menggertakan gigiku dan marah pada diri sendiri.

Puas? Puas kamu dengan apa yang telah kau lakukan pada YUI? ayo jawab!

aku marah pada diriku sendiri. tapi tiba-tiba Bowo mengucapkan beberapa pilihan.

  • pertama, memformat seluruh harddiskku (yang tentunya tidak dapaat aku lakukan karena semua karya-karyaku bernaung disana)
  • atau membeli converter agar harddiskku dapat terpasang dikomputer orang lain dengan USB
  • pilihan lain adalah memparalelkan harddiskku di komputer teman (tidak mungkin karena komputer mereka masih menggunakan sambungan harddisk PATA, milikku adalah SATA)

pilihanku satu-satunya adalah pilihan kedua. Namun harganya masih tinggi untukku, sekitar 250 ribu. Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan. Sekarang aku hanya dapat berdiam diri, melihat YUI tetap diam, menahan rasa sakitnya, ia koma dan aku sibuk menghadapi diriku sendiri dan ujian akhir semester. manusia macam apa aku ini???!

Bantuan ternyata datang. Tuhan mendengar keluhanku, ia mengutus seorang temanku, Michael Alvado Heimbach, untuk mendengar keluh kesahku. Michael ternyata sedang memesan konverter yang aku perlukan, tapi barangnya belum datang sehingga benda harapan itu belum ada di genggamannya. oke, aku harus menunggu. Tuhan mungkin menguji kesabaranku. Demi YUI aku akan sabar.

Terima Kasih Tuhan, aku akan sabar. ^^
(sebenarnya aku sudah tidak sabar lagi hahaha, tapi apa yang dapat aku lakukan?)

Leave a Reply