Tuhan ‘bangkitkan’ ballpointku

“bangkitkan” dalam tulisan ini maksudnya kembali berkarya. Ballpoint kembali berkarya. begini ceritanya:

Senang hatiku beberapa hari yang lalu karena akan diadakan ujian akhir semester Kewarganergaraan, salah satu pelajaran favoritku itu akan diujikan dalam 5 nomor soal essay. semester lalu, karena asyiknya menjawab, dua lembar kertas folio bergaris nyaris tak cukup menampung karanganku.

Mungkin sudah dapat ditebak ceritanya. Ujian dimulai dan aku mulai membuat ballpoint menari di atas kertas. selang 15 menit aku hampir menyelesaikan soal nomor dua, ketika -sialnya- ballpointku berhenti menari, ia tidak mau lagi mengeluarkan tinja tinta. Paniklah aku. kulirik dua ballpoint cadangan yang kubawa. Ahhh~ untu…. waaaa keduanya sama-sama macet! Sial sial sial!

Langsung ku lakukan langkah perbaikan. ku coret-coret di kertas dan di meja. hasilnya nihil. kucoba bongkar ballpointku dan meniup-niup ‘bokongnya’ berharap tinta akan terdorong ke pointer. tapi hal itu juga tidak menghasilkan apa-apa. Aku coba meniup ‘bokong’ ballpoint yang lain dan juga tidak berguna.

Aku sudah menghabiskan waktu 15 menit dan bukan waktu yang sedikit untuk ujian essay kewarganegaraan. Kini waktu tinggal 60 menit dan aku semakin frustasi. kucoba melepaskan kepala pointer dan kembali meniup ‘bokongnya’ kali ini tintanya muncrat ke atas kertas soal dan tanganku. ternyata tinta ballpoint itu sudah habis. dia tamat dan aku juga tamat.

Rasanya aku sudah tidak kuat menanggung derita dan ingin keluar saja, biarlah saja hanya menjawab satu setengah nomor soal. Tapi aku akhirnya mulai kembali berjuang kuambil ballpoint macet yang lainnya. kutiup-tiup lagi. tetap saja tidak bekerja. Lalu, apa coba yang kulakukan? kulihat tumpahan tinta yang tadi, kucolekkan ballpoint yang lain, dan mulai kutorehkan ke atas kertas.

Hasilnya sangat buruk, sekali usaha bahkan tak dapat membentuk satu huruf pun. ku coba dan coba lagi. dalam satu menit mungkin aku hanya berhasil menulis dua buah kata. sungguh menyedihkan. aku tidak dapat meminjam ballpoint orang lain karena ini adalah ujian akhir semester (meskipun belum kucoba). Mungkin Tuhan melihat usahaku, tiba-tiba ballpoint yang macet itu ‘bangkit’ kembai!!!

Wahahahahha senangnya hatiku, meskipun tidak setebal tulisan sebelumnya, namun setidaknya aku dapat kembali menulis. Terima kasih Tuhan! hohohooho akhirnya ku selesai lebih dahulu mendahului temanku yang lain, meskipun aku tidak puas 100% dengan jawabanku sendiri. tapi tak apa lah… aku sudah senang, ternyata Tuhan itu memang baik!

Thanks Dear God!

6 Responses to “Tuhan ‘bangkitkan’ ballpointku”

  1. Hahaha ^^ Berarti Tuhan memberikan “ujian” di tengah-tengah “ujian” yah ^^

  2. @rainzeru: hahahha betul betul betul ^^

  3. Wah..,aku jadi ketagihan baca tulisan kamu lho…,ini cuma masalah bolfoin tapi kamu menulisnya dgn bahasa yang baik,juga bisa bermakna lain lho…,bisa juga fikiran kamu yang macet…,aku jadi penasaran sama kamu he…he…he…

  4. @Rara: ahahaha thank you, thank you banget. kamu bisa menghargai tulisanku. aku senang lho… bagimana aku bisa mengenalmu?

  5. Aku beneran suka dgn tulisan kamu lho,kamu sudah seperti penulis, aku juga pingin banget mengenalmu,itu kalau boleh lho…

  6. @Rara: oke,oke, mari kita berkomunikasi lewat email. atau mungkin nanti lewat YM! ^^

Leave a Reply