Aku jadi kepikiran untuk menerbitkan serial artikel lagi, kali ini adalah Professor’s Quote. nah jadi ntar isinya tentang kutipan-kutipan dosenku yang sedang mengkuliahi kami di kelas.
untuk yang pertama aku ingin mengangkat nama Pak Kusworo, yang kali ini sedang mengajar mata kuliah Komunikasi Data. Begini kutipannya:
Kelihatannya susah, tapi nyante aja, ini gampang kok
begitu katanya saat menunjuk sebuah rumus, entah rumus apa. Pak Kusworo adalah salah satu dosen favoritku. Beliau adalah kaprodi Teknik Informatika (TF) di fakultas kami, FTI (Fakultas Teknologi Industri) UAJY. Pada semester 1 lalu, beliau mengajar PTI, di semester dua ini beliau mengajar Komunikasi Data, dan sebagai tambahan, Pengantar Sistem operasi.
Beliau selalu membuka kuliah dengan iklan event-event yang berguna, atau menyemangati mahasiswa berdasar apa yang terjadi di luar sana, tai sayangnya selalu ditanggapi angin lalu oleh mahasiswa seakan gak ngefek. ini hal yang disayangkan dari anak-anak TF UAJY, masuk TF kok gak mau berkembang dalam informasi…
Kulaih mungkin cenderung berjalan dalam komunikasi satu arah. Tapi semua itu bukan salah dosen, beliau sudah mempersilahkan bila ada pertanyaan, tapi mahasiswanya kayak mau ngelayat ke kuburan aja (maksudku, berdiam seribu bahasa). Tuh kan lagi-lagi mahsaiswanya gak asik banget, padahal informasi yang bisa di dapatkan banyak banget lho!
yang jadi kekurangan dosen, dan sebagian besar kesalahan mahasiswa kupikir adalah istilah teknis yang digunakan dosen saat kuliah berlangsung. istilah yang asing bagi ‘orang-orang yang gak pernah baca buku komputer’ dan hal ini adalah kesalahan mahasiswanya. istilah seperti IPv6 mestinya paling tidak pernah didengar oleh mahasiswa yang mengaku ngambil program studi teknik informatika. namun tentu inilah tantangan dalam kuliah, mahasiswa harusnya lebih aktif secara mandiri memperluas wawasannya.
Aku tidak mengenal beliau, dan beliau tidak mengenal aku. tapi yach biarlah…. Oh ya, satu poin yang sangat positif dari dosen ini: tabah, sabar. Meskipun mahasiswanya sehancur apapun, se-bete apapun, beliau tetap sabar mengajar, mengatur nafas untuk melanjutkan presentasinya dengan senyum… ~sip Pak, selamat berjuang, semoga berhasil!